Berapa Karat Emas Grade 375? Inilah Kebenarannya

Berapa Karat Emas Grade 375? Inilah Kebenarannya

Siapapun yang pernah berinvestasi emas tentu tidak asing lagi dengan peringkat emas 375 dan istilah nol dan emas. Istilah ini sering digunakan untuk membedakan jenis logam mulia berdasarkan tingkat kemurniannya.

Untuk itu, sangat penting untuk memahami istilah-istilah tersebut agar Anda dapat membedakan jenisnya, terutama jika Anda ingin berinvestasi di bidang ini.

Pembeli yang ingin menggunakan emas secara eksklusif sebagai perhiasan perlu mengetahui apa itu emas grade 375.

Bagi yang masih awam dengan logam mulia, yuk simak penjelasan berikut tentang cara membedakan kemurnian dan jenis emas.

Apa itu Emas Kadar 375?

Jika Anda pergi ke toko perhiasan, Anda akan sering melihat penjual mengklasifikasikan perhiasan ke dalam jenis tertentu. Mereka berkisar dari tinggi ke rendah, dan ada kadar 375.

Batu permata dengan kemurnian ini memiliki berat 9 karat dan paling banyak digunakan dalam perhiasan. Ini karena tidak hanya harganya yang murah, tetapi juga variasi bentuknya yang memikat hati konsumen. Oleh karena itu, jenis ini sangat populer.

Karena kandungan logam mulianya kurang dari 50%, harganya juga rendah. Permata Emas Grade 375 sering disebut sebagai 9k, atau kilap karena kandungannya yang rendah.

Dalam klasifikasi perhiasan Indonesia, 9k termasuk dalam kelompok emas muda 3.6k, 7.2k, 7.9k, 9.9k, dan 10.08k, dan yang termasuk dalam kelompok emas tua memiliki kandungan 42% atau lebih. , dari 14k menjadi 24k.

Jadi, ketika seseorang menyebutkan nol emas, itu berarti termasuk peringkat emas 375. Semakin rendah kadarnya, semakin rendah harga jual dan belinya, semakin tidak menguntungkan bagi banyak orang untuk berinvestasi.

Perbedaan Antara Emas Muda dan Emas Tua

Sangat penting untuk membedakan antara emas baru dan lama agar tidak salah dalam melakukan pembelian. Karena penjual yang buruk tidak mengerti bagaimana membedakan emas kelas 375, sehingga mereka dapat menjualnya dengan harga lebih tinggi.

Agar tidak tertipu, Anda dapat membedakan keduanya secara manual menggunakan lima metode berikut:

1. Menggigitnya

Salah satu cara paling umum yang dilakukan ibu saat membeli perhiasan adalah dengan menggigitnya. Anda harus menggigit lebih keras untuk memastikan tidak ada bekas gigitan.

Jika ada bekas gigitan, perhiasan tersebut terbuat dari emas asli. Karena logam mulia itu lunak. Namun, karena jenis paduan lainnya juga lunak, metode pemeriksaan lain harus ditambahkan.

2. Lihat Kondisi Fisiknya

Tingkat emas 375 berbeda dalam konten dari murni, yang juga dapat diidentifikasi pada stempel permata.

Jika logam mulia asli, seperti kait misalnya, dicap dengan berapa karat yang dimiliki salah satu bagian.

Pada pemeriksaan fisik Anda perlu melihat cap. Perangko bisa 10k, 18k, 9k atau 24k tergantung kemurniannya. Untuk permata, 375 diwakili oleh 9k.

3. Lihat Tampilan Warna

Anda juga dapat mengetahui emas mana yang tua atau muda dari warnanya dengan menggesekkan pada objek lain. Kalau ada perubahan warna atau powdering, sudah pasti bukan pure 24k.

4. Goreskan di Atas Kertas

Tingkat emas 375 atau kemurnian juga dapat diuji dengan menggosok di atas kertas. Tipe 24k tidak meninggalkan coretan, tidak seperti kemurnian yang mudah tergores.

5. Uji dengan Suara

Metode pengujian lainnya adalah dengan mengetuk koin terhadap logam mulia dengan suara. Emas cerah membuat cincin pendek dan emas tua membuat cincin panjang bernada tinggi.

Jika disimpulkan bahwa emas grade 375 termasuk dalam kategori emas ringan karena murni 9k. Cetakan grade 375 lebih murah, dan grade 24k dapat disortir secara manual.

Leave a Reply

Your email address will not be published.